21 April 2020, Untika Laksanakan KKN Edisi Covid-19

  • Whatsapp

BERI KESEMPATAN MAHASISWA PELAJARI PANDUAN

BANGGAI RAYA- Pelaksanaan KKN -PPM edisi Covid-19 yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 17 April 2020, berubah menjadi tanggal 21 April 2020. Perubahan jadwal dimulainya KKN-PPM ini berdasarkan kesepakatan rapat bersama unsur pimpinan universitas, pimpinan fakultas, LP2M, panitia, Dosen Pembimbing Lapangan dan perwakilan mahasiswa, Kamis (16/4/2020).

Sekretaris Panitia KKN PPM Untika Luwuk, Edy Wibowo mengatakan, buku panduan KKN PPM Untika Luwuk edisi Covid-19 sudah selesai disusun. “Kami berikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari buku panduan tersebut dalam beberapa hari kedepan. Sehingga pelaksanaan KKN PPM yang sebelumnya direncanakan tanggal 17 April diundur menjadi tanggal 21 April 2020,” kata Edy Wibowo.

Edy Wibowo menjelaskan, pada KKN PPM edisi Covid-19 ini, Untika Luwuk tidak melakukan pelepasan kepada mahasiswa peserta KKN. “Jadi mahasiswa tinggal melapor dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, yang sebelumnya panitia akan menyurat ke beberapa kabupaten dengan tembusan camat se kabupaten tempat mahasiswa berada,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, untuk melaksanakan kegiatan tersebut kata Edy Wibowo, mahasiswa peserta KKN tidak perlu meninggalkan kampung halaman mereka dan dapat melakukan kegiatan secara individual di lingkungan keluarga, kelurahan atau desa tempat tinggal mereka masing-masing.

Saat ini kata Edy, Tim Gugus Pencegahan Covid-19 telah terbentuk hingga level desa. Sehingga nanti, pihak kampus akan mengajukan surat ke beberapa kabupaten tempat di mana mahasiwa berada agar difasilitasi dalam membantu Tim Gugus di wilayah masing-masing.

Namun keterlibatan mahasiswa KKN ini kata Edy, hanya sebatas pencegahan bukan penanganan langsung Covid-19. Karena penanganan Covid-19 adalah bagian dari tugas tim medis. Dan jika kemudian tidak memungkinkan bersama-sama dengan Tim Gugus dikarenakan kondisi wilayah zona merah, maka paling tidak kegiatan pencegahannya dilakukan di lingkungan rumah mahasiswa masing-masing.

“Dan model pembimbingannya dilakukan secara online lewat WA antara pembimbing dengan mahasiswa. Jika nanti ada mahasiswa yang tidak terjangkau signal, maka bukti pelaksanaan kegiatan bisa disetor terakhir bersamaan dengan surat keterangan dari desa atau lurah,” terangnya.

Untuk panduan dalam pelaksanaan KKN-PPM di tengah pandemi Covid-19 ini, panitia sementara menyusun panduan KKN Edisi Covid-19. “Nanti panduannya akan disebar ke mahasiswa peserta KKN dalam  bentuk PDF lewat DPL masing-masing. Dan salah satu alasannya lainnya, kenapa KKN ini harus segera dilaksanakan, agar mahasiswa yang telah memprogramkan proposal dan skripsi bisa dapat selesai dan tidak menyebrang di semester ganjil,” ungkap Edy Wibowo.

Edy Wibowo berharap, meskipun baru pertama kali KKN mengenai pencegahan wabah Corona semoga dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya dalam membantu pencegahan covid 19 dan kemampuan beradaptasi mahasiswa dalam situasi kondisi seperti sekarang ini dapat tersalurkan sehingga membentuk karakter yang tangguh dan problem solved. JAD

Pos terkait