150 Hari Perang Israel-Palestina, 40 Ribu Warga Gaza Syahid

BANGGAI RAYA-Hingga kini, perang Israel dan Palestina di kawasan Gaza, telah berlangsung 150 hari. Perang panjang itu telah menyebabkan 40 ribu warga di kota Gaza, syahid. Gaza adalah kawasan barat Palestina yang berbatasan dengan Mesir.

Hal itu diuraikan syekh Umar Mustofa, yang berasal dari Palestina, saat berceramah Ramadhan di Masjid Mutahidah Luwuk, Kabupaten Banggai, Senin malam (18/3/2024).

Syekh Umar Mustofa yang berceramah dalam bahasa Arab dan menggunakan penerjemah dari Rumah Zakat, menguraikan bahwa penjajahan Israel sudah berlangsung selama 70 tahun di Palestina. Israel melakukan pendudukan, penindasan, perkosaan hingga kekejaman lainnya terhadap bangsa Palestina.

BACA JUGA:  Sepupu Berkelahi di Luwuk, Satu Meninggal

Ia mengatakan, kenapa umat Islam harus mengetahui apa yang terjadi di Palestina. Sebab kata dia, di Palestina terdapat Masjid Al Aqsha. Masjid itu adalah milik umat Islam dan menjadi salah satu simbol Islam. Masjid ini ada dalam sebuah hadist, menjadi satu di antara tiga masjid yang disebut Rasulullah Muhammad SAW.

Al Aqsha terang dia, pernah menjadi kiblat pertama umat Islam, dan kemudian ada peristiwa isra mi’raj yakni perjalanan Rasulullah menerima perintah tentang sholat, dengan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina dan kemudian terus ke Sidratul Muntaha.

Syekh juga mengisahkan kondisi Palestina yang kini di bawah pendudukan Israel. “Gaza telah dikepung selama 15 tahun oleh Israel. Bahkan yang terakhir ini, telah terjadi peperangan selama 150 hari antara Israel dan Palestina. Peperangan ini telah membuat 40 ribu penduduk Gaza syahid, termasuk anak-anak dan bayi. Setiap hari warga mendengar pesawat pembom Israel,” kata dia.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Toili Sambut Ahmad Ali-Sulianti Murad

Selain itu terang Syekh Umar Mustofa, sekitar 2 juta warga kehilangan tempat tinggal. Termasuk mereka yang syahid dan tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya. Warga terpaksa tinggal di pengungsian dan di bawah tenda di padang pasir. Warga kesulitan makanan, minuman dan obat-obatan hingga pakaian. Apalagi Gaza kini memasuki musim dingin. Sebuah penderitaan yang luar biasa

BACA JUGA:  Alasan Ahmad Ali Dukung Sulianti Murad, Tinggalkan Amirudin

Karenanya, syekh menyebut bahwa warga Palestina membutuhkan bantuan dari seluruh umat Islam, termasuk dari bangsa Indonesia. Bantuan juga bisa dilakukan dengan memboikot produk yang mendukung Israel dan terafiliasi dengan negara zionis Israel.

Siapapun kata dia, juga bisa membantu perjuangan Palestina dengan menyebarkan informasi tentang apa yang sedang terjadi di Palestina. Melalui uraian ini, ia berharap ada makin banyak orang di dunia dan Indonesia khususnya, yang memahami tentang kondisi di Palestina, tentang apa yang dialami warga yang mempertahankan tanahnya dari penjajahan zionis Israel. DAR